Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif, Asumsi, Karakteristik, Tujuan, Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya

Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif, Asumsi, Karakteristik, Tujuan, Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya
A. Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui. Penelitian kuantitatif mengumpulkan data dalam bentuk numerik yang dapat dimasukkan ke dalam kategori, atau dalam urutan peringkat, atau diukur dalam satuan pengukuran. Jenis data ini dapat digunakan untuk membuat grafik dan tabel data mentah.

Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada aliran filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel data dilakukan secara random dan menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

B. Asumsi Metode Penelitian Kuantitatif
1. Bahwa realitas yang menjadi sasaran penelitian berdimensi tunggal, fragmental, dan cenderung bersifat tetap sehingga dapat diprediksi
2. Variabel dapat diidentifikasi dan diukur dengan alat-alat yang objektif dan baku

C. Karakteristik Metode Penelitian Kuantitatif
1. Desain: spesifik, jelas, rinci, ditentukan secara mantap sejak awal dan menjadi pegangan langkah demi langkah
2. Tujuan: menunjukkan hubungan antar variabel, menguji teori dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
3. Teknik Pengumpulan Data: kuesioner, observasi dan wawancara terstruktur.
4. Instrumen Penelitian: test, angket, wawancara terstruktur dan instrumen yang telah terstandar.
5. Data: kuantitatif (angka-angka), hasil pengukuran variabel yang dioperasikan dengan menggunakan instrumen.
6. Sampel: besar, representatif, sedapat mungkin random dan sudah ditentukan sejak awal.
7. Analisis: dilakukan setelah selesai pengumpulan data, bersifat deduktif dan menggunakan statistik untuk menguji hipotesis.
8. Hubungan dengan responden: dibuat berjarak bahkan sering tanpa kontak supaya obyektif, kedudukan peneliti lebih tinggi dari pada responden.
9. Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen meningkatkan kepercayaan terhadap hasil penelitian
10. Orientasi utama adalah mengklasifikasi, menghitung, dan membangun model statistik untuk menjelaskan apa yang sedang ditelitinya.

D. Tujuan Metode Penelitian Kuantitatif
Penelitian ini digunakan untuk menguji suatu teori dan pada akhirnya mendukung atau menolaknya. Peneliti melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan suatu  fenomena. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah baru. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan suatu fenomena serta untuk menentukan hubungan antar variabel dalam sebuah populasi. Proses pengukuran memberikan hubungan yang mendasar antara pengamatan empiris dan matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.

E. Jenis Metode Penelitian Kuantitatif
1. Experimental Research (Penelitian Eksperimen)
2. Penelitan Korelasi (Correlation Research)
3. Penelitian Komparasi (Causal-Comparative Design)
4. Penelitian Survey (Survey Research Design)

F. Kelebihan dan Kekurangan Metode Penelitian Kuantitatif
1. Kelebihan Metode Penelitian Kuantitatif
a. Mendukung penelitian yang cakupannya makro karena bisa melibatkan subjek penelitian dalam jumlah besar yang mendukung proses generalisasi.
b. Didesain untuk menghasilkan penjelasan yang sifatnya umum atau general dari suatu fenomena dengan menggunakan beberapa variabel.
c. Desain penelitian bisa diterapkan dan dianalisis relevansinya di tempat lain, karena mampu mengaplikasikan angka rata-rata dari suatu perhitungan.
d. Bisa dilakukan studi perbandingan secara objektif.
e. Potensi bias yang bersifat personal dapat dihindari dengan cara peneliti menjaga jarak dengan partisipan yang diteliti dan dengan cara menggunakan software komputer dalam menganalisis data.

2. Kekurangan Metode Penelitian Kuantitatif
a. Seringkali mengabaikan detail konteks sosial yang diteliti.
b. Pendekatannya bersifat statis dan kaku sehingga tidak fleksibel ketika pelaksanaan di lapangan.
c. Memiliki potensi bias yang bersifat struktural karena perumusan masalah biasanya merefleksikan kepentingan peneliti tanpa mempertimbangkan permasalahan yang sebenarnya dihadapi oleh partisipan.
d. Hasil penelitian kadang-kadang kurang mendetail dalam menjelaskan perilaku dan motivasi tindakan individu.
e. Peneliti bisa saja mengumpulkan data yang lingkupnya sempit dan dangkal
f. Kualitas hasil penelitian memiliki terbatas pada deskripsi numerik dan kurang detail.
g. Hasil penelitian cenderung menggambarkan hasil laboraturium ketimbang hasil nyata yang terjadi di lapangan.


Dari berbagai sumber

Download

Ket. Klik warna biru untuk link

Lihat Juga 
1. Tokoh-tokoh yang mempengaruhi perkembangan ilmu sosiologi
2. Pokok bahasan sosiologi
3. Metode-metode dalam sosiologi
4. Manfaat penelitian sosiologi bagi pembangunan
5. Konsep-konsep sosiologis sebagai alat analisa
6. Perkembangan sosiologi di Indonesia

7. Unsur-unsur masyarakat
8. Masyarakat sebagai sebuah sistem sosial

9. Sistem sosial
10. Konsep masyarakat (society)
11. Kegunaan Sosiologi dalam Perencanaan Sosial

12. Kegunaan Sosiologi dalam Penelitian
13. Kegunaan Sosiologi dalam Pembangunan
14. Kegunaan Sosiologi dalam Pemecahan Masalah Sosial
15. Metode untuk ilmu-ilmu sosial
16. Pengertian Perasaan dan Jenisnya
17. Pengertian Kebebasan
18. Pengertian Gejala Sosial, Faktor Penyebab, Jenis, dan Contohnya
19. Pengertian Individu, Aspek, Ciri, dan Karakteristiknya
20. Pengertian Sistem, Unsur, Elemen, dan Jenisnya
21. Pengertian Politik, Perilaku, Konsep, Tujuan, dan Macamnya
22. Pengertian Ide atau Gagasan
23. Pengertian Konsep, Ciri, Fungsi, dan Unsurnya
24. Pengertian Dinamika Sosial, Aspek, Ciri, dan Contohnya
25. Pengertian Eksternalisasi
26. Pengertian Objektivasi
27. Pengertian Internalisasi
28. Pengertian Imajinasi Sosiologis
29. Pengertian Isu, Tahapan, Proses, dan Pengelolaannya
30. Pengertian Ilmu Pengetahuan, Komponen, Syarat, Ciri, dan Sumbernya
31. Pengertian Empiris
32. Pengertian Observasi, Ciri, Tujuan, Manfaat, Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya
33. Pengertian Teoretis
34. Pengertian Abstrak, Unsur, Sifat, Fungsi, dan Jenisnya
35. Pengertian Kumulatif
36. Pengertian Nonetis
37. Pengertian Analitis, Analisis, Fungsi, Tujuan, dan Macamnya
38. Pengertian Metode Penelitian Kualitatif, Asumsi, Karakteristik, Tujuan, dan Jenisnya
39. Pengertian Subjek Penelitian, dan Penentuan Subjek Penelitian 
40. Pengertian Ruang Lingkup dan Manfaatnya  
41. Pengertian Humaniora
42. Pengertian Konsultan
43. Pengertian Prediksi dan Bentuknya

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 1. Sosiologi sebagai Ilmu tentang Masyarakat (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 1. Fungsi dan Peran Sosiologi (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas X Bab 1.1 Fungsi Sosiologi untuk Mengenali Gejala Sosial di Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas X Bab 1.2 Fungsi Sosiologi untuk Mengenali Gejala Sosial di Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Teori dan Pengetahuan Sosiologi    
6. Materi Ringkas Sosiologi dan Gejala Sosial
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif, Asumsi, Karakteristik, Tujuan, Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya"