Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Manusia sebagai Makhluk sosial, Karakteristik, dan Kedudukannya

Pengertian Manusia sebagai Makhluk sosial, Karakteristik, dan Kedudukannya
A. Pengertian Manusia sebagai Makhluk sosial
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) istilah makhluk memiliki arti sesuatu yang dijadikan atau yang diciptakan oleh Tuhan (seperti manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan). Sementara istilah sosial memiliki arti manusia yang berhubungan secara timbal-balik dengan manusia lain. Manusia sebagai makhluk sosial merupakan makhluk yang berhubungan secara timbal-balik dengan manusia lain.

Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya dalam kehidupan bersama, serta bagaimana tanggung jawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan. Manusia Sebagai Makhluk Sosial mempunyai naluri untuk saling bersikap tolong menolong, setia kawan, rasa toleransi, simpati dan empati terhadap sesamanya.

Dalam sosiologi, makhluk sosial adalah sebuah konsep di mana masyarakat atau struktur sosial dipandang sebagai sebuah "organisme hidup". Semua elemen masyarakat atau organisme sosial memiliki fungsi yang mempertahankan stabilitas dan kekompakan dari organisme. Dengan kata lain, manusia tergantung satu sama lainnya untuk menjaga keutuhan masyarakat.

Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Manifestasi manusia sebagai makhluk sosial, tampak pada kenyataan bahwa tidak pernah ada manusia yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain. Berikut pengertian dan definisi makhluk sosial dari beberapa referensi,
1. Nana Supriatna, makhluk sosial adalah makhluk yang memiliki kecenderungan menyukai dan membutuhkan kehadiran sesamanya sebagai kebutuhan dasar yang disebut kebutuhan sosial
2. Dr. Johannes Garang , makhluk sosial adalah makhluk berkelompok dan tidak mampu hidup menyendiri
3. Aristoteles, makhluk sosial merupakan zoon politicon, yang berarti manusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain
4. Muhammad Zuhri, makhluk sosial adalah makhluk yang tidak akan sanggup hidup sendiri, selalu bergantung pada orang lain dan apa yang dibutuhkannya dalam hidup juga dibutuhkan pula oleh orang lain

Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa di antaranya,
1. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial
2. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain
3. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
4. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia

B. Karakteristik Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang menitik beratkan pada pengaruh masyarakat kepada individu karena unsur-unsur keharusan biologi di antaranya,
1. Dorongan untuk makan
2. Dorongan untuk mempertahankan diri
3. Dorongan untuk melangsungkan jenis (berketurunan)

Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat di antaranya,
1. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, di mana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan
2. Penghematan tenaga di mana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja manusia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien

C. Kedudukan Manusia sebagai Makhluk Sosial
Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Hal ini menunjukkan kondisi yang interdependensi. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara.

Hidup dalam hubungan antar aksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu. Tiap-tiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama. Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkin dibuat sendiri.

Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja, manusia juga mempunyai perasaan emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dari orang lain pula. Manusia memerlukan pengertian, kasih sayang, harga diri pengakuan, dan berbagai rasa emosional lainnya. Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat.

Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik. Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia. Imanuel Kant mengatakan, “manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan”. Jadi jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Hal tersebut memberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi pembentukan pribadi seseorang.

Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa di samping manusia hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah, manusia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani. Manusia merupakan makhluk monodualistis, artinya selain sebagai makhluk individu, manusia juga berperan sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu bekerja sama dengan orang lain sehingga tercipta sebuah kehidupan yang damai. Sebagai makhluk sosial  manusia harus mampu bermasyarakat, terlebih manusia diberi akal pikiran untuk berkembang. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya.


Dari berbagai sumber

Download

Ket. Klik warna biru untuk link

Lihat Juga 
1. Pengertian Komunikasi Menurut Ahli, Fungsi, Tujuan, Syarat, Unsur, Efek, dan Model
2. Tindakan sosial. Tindakan afektif
3. Tindakan sosial. Tindakan tradisional
4. Tindakan sosial. Tindakan rasional berorientasi nilai
5. Tindakan sosial. Tindakan rasional instrumental 

6. Unsur-unsur utama interaksi sosial 
7. Imitasi
8. Bentuk-bentuk kontravensi
9. Keteraturan Sosial
10. Motivasi 
11. Sugesti
12. Stereotip
13. Proses sosial dan interaksi sosial
 

14. Pengertian Watak
15. Pengertian Hubungan Sosial, Ciri, Faktor, Tujuan, dan Bentuknya
16. Pengertian Kontak Sosial, Bentuk, dan Dampaknya
17. Pengertian Pesan, Unsur, Proses Pengiriman, dan Jenisnya
18. Pengertian Media Komunikasi, Karakteristik, Fungsi, Bentuk, dan Teori
19. Pengertian Simbol dan Fungsinya
20. Pengertian Makna, Jenis, dan Perubahan Makna
21. Pengertian Komunikasi Verbal, Fungsi, Jenis, dan Contohnya
22. Pengertian Komunikasi Non Verbal, Fungsi, Jenis, dan Contohnya
23. Pengertian Pola Pikir (Mindset)
24. Pengertian Wibawa, Berwibawa, dan Kewibawaan
25. Pengertian Karisma, Karismatik, dan Cirinya
26. Pengertian Berpikir Kritis, Ciri, Unsur, Aspek, Manfaat, dan Caranya
27. Pengertian Disosiasi Pikiran (hipnotik fenomena)
28. Pengertian Identifikasi dan Bentuknya
29. Pengertian Simpati dan Contohnya
30. Pengertian Empati, Jenis, Manfaat, dan Contohnya
31. Pengertian Proses Sosial Asosiatif, Bentuk, dan Faktor Pendorongnya
32. Pengertian Proses Sosial Disosiatif, Bentuk, dan Contohnya
33. Pengertian Kerja Sama, Unsur, Prinsip, Bentuk, dan Manfaatnya
34. Pengertian Akomodasi, Karakteristik, Tujuan, dan Bentuknya
35. Pengertian Kerukunan dan Bentuknya
36. Pengertian Kooptasi, Dampak, dan Contohnya
37. Pengertian Joint Venture, Pengaturan, Unsur, Ciri, Alasan, Tujuan, Manfaat, Jenis, Kelebihan dan Kekurangan, dan Contohnya
38. Pengertian Koalisi, Pemerintahan Koalisi, dan Contohnya
39. Pengertian Koersi (Paksaan), Ciri, Bentuk, Tahap, dan Contohnya
40. Pengertian Kompromi, Manfaat, dan Contohnya
41. Pengertian Stalemate dan Contohnya
42. Pengertian Ajudikasi, Ciri, Bentuk, Tahap, dan Contohnya
43. Pengertian Segregasi Sosial, Bentuk, dan Jenisnya
44. Pengertian Kontravensi, Bentuk, Tipe, Dampak, dan Contohnya
45. Pengertian Konflik, Teori, Jenis, Penyebab, Akibat, dan Contohnya
46. Pengertian Kekerasan, Jenis, dan Bentuknya
47. Pengertian Gencatan Senjata, Unsur, dan Contohnya
48. Pengertian Ketakutan (Fearness)
49. Pengertian Kebencian
50. Pengertian Fisiologi Manusia
51. Pengertian Difabel atau Disabilitas, Klasifikasi, dan Undang-Undang
52. Pengertian Tertib Sosial dan Contohnya
53. Pengertian Keajekan Sosial dan Contohnya
54. Pengertian Order Sosial dan Contohnya
55. Pengertian Pola Sosial dan Contohnya

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 3. Interaksi Sosial dalam Dinamika Kehidupan Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 2. Hubungan Sosial (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.1 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.2 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Interaksi Sosial
6. Materi Ringkas Interaksi Sosial

Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani Cobalah Untuk Menjadi Orang Baik __Abraham Maslow

Post a Comment for "Pengertian Manusia sebagai Makhluk sosial, Karakteristik, dan Kedudukannya"