Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Gencatan Senjata, Unsur, dan Contohnya

Pengertian Gencatan Senjata
Gencatan Senjata
A. Pengertian Gencatan Senjata
Kata gencat dalam kbbi.web.id memiliki arti bencat; terhenti; terbantut (tentang pekerjaan dan sebagainya). Menggencat adalah menghentikan; dan Gencatan memiliki arti penghentian; senjata penghentian tembak-menembak (tentang perang). Gencatan senjata adalah penghentian perang atau konflik bersenjata apa pun untuk sementara di mana kedua belah pihak yang terlibat setuju untuk menghentikan tindakan agresif masing-masing.

Gencatan senjata bukanlah kesepakatan damai, meskipun tujuannya adalah pemberhentian bentrokan bersenjata, mencegah terjadinya kekerasan. Pencegahan tersebut mungkin saja tidak jelas sampai kapan berlakunya atau hanya berlaku dalam rentang waktu tertentu. Sebuah perjanjian gencatan senjata tidak mengakhiri perang antara pihak-pihak yang bertikai. Perang akan terus berlanjut dengan segala implikasinya bagi pihak-pihak yang bertikai dan pihak-pihak netral.

Gencatan senjata bisa dinyatakan sebagai bagian dari perjanjian formal, tetapi bisa juga sebagai bagian pemahaman informal antara kedua belah pihak. Di masa lalu, perjanjian gencatan senjata sering kali dipergunakan untuk mengisolir orang-orang yang terluka dan tewas dari medan peperangan agar mereka tidak menjadi sasaran pertempuran. Tetapi saat ini, perjanjian gencatan senjata dipandang penting karena sebagian besar perjanjian ini tidak didahului oleh kesepakatan damai seperti yang berlaku di masa lalu, sehingga menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan kekerasan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang bertikai tersebut.

B. Unsur Gencatan Senjata
Dalam “Aturan Perang di Daratan” yang dikeluarkan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat tahun 1956, mendefinisikan gencatan senjata dan hal-hal lain menyangkut masalah ini. “Sebuah gencatan senjata adalah penghentian kekerasan dalam suatu rentang waktu yang disetujui oleh pihak-pihak yang bertikai. Gencatan senjata bukan perdamaian parsial atau temporer; gencatan senjata hanya merupakan penundaan operasi militer dalam skala tertentu yang disetujui oleh kedua belah pihak.”
1. Tanggal dan Waktu Efektif
Sangat penting untuk menyediakan jangka waktu tertentu untuk menginformasikan gencatan senjata tersebut ke pos-pos mereka agar perjanjian tidak dilanggar tanpa sengaja ketika sudah berlaku efektif. Bahkan di era komunikasi instan seperti sekarang ini, tidak semua prajurit atau pasukan dilengkapi peralatan untuk menerima informasi secara langsung.

2. Durasi
Di masa lalu adalah hal yang biasa untuk menyebutkan rentang waktu berlakunya perjanjian gencatan senjata. Di masa kini, ketentuan tersebut sering diatur, kemungkinan atas dasar asumsi bahwa kesepakatan damai akan berlangsung dalam waktu dekat. Ketika sebuah perjanjian gencatan senjata tidak menyebutkan secara spesifik rentang waktu pemberlakuannya, maka perjanjian tersebut akan berlaku efektif hingga salah satu pihak membatalkannya. Meskipun tidak ada ketentuan yang mengatur hal ini, sangatlah penting bagi pihak yang hendak membatalkan perjanjian tersebut untuk mengumumkan niatnya terlebih dahulu.

3. Batas Demarkasi dan Zona Netral
Meskipun tidak ada aturan khusus dalam ketentuan perang manapun yang mengatur batas demarkasi dan zona netral (istilah terakhir sering juga disebut sebagai “no-man’s land” atau kawasan bebas), pengaturan masalah ini akan sangat berguna untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan yang secara tidak sengaja dapat mengakibatkan berlangsungnya konflik.

4. Hubungan dengan Masyarakat Setempat
Di setiap gencatan senjata salah satu pihak hampir selalu menduduki wilayah pihak yang lain. Hal ini berarti masyarakat sipil dari pihak musuh akan selalu berada di wilayah yang dikuasainya. Pedoman Perang Darat Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menyatakan bahwa bila tidak ada ketentuan mengenai hal ini dalam perjanjian gencatan senjata hubungan dengan masyarakat setempat akan berlaku seperti sedia kala, masing-masing pihak “harus memberlakukan hak-hak yang berlaku sebelumnya, termasuk hak untuk mencegah atau mengendalikan seluruh interaksi antara masyarakat setempat dengan pihak musuh.”

5. Tindakan yang Tidak Diperbolehkan
Perjanjian gencatan senjata jarang sekali menyebutkan secara spesifik tindakan-tindakan yang dilakukan oleh salah satu pihak selain tindakan kekerasan yang biasa terjadi secara umum; dan biasanya salah satu pihak tidak akan melakukan tindakan yang tidak diperbolehkan bila pihak musuh tidak mendahuluinya. Namun, setiap pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata, termasuk setiap tindakan kekerasan, akan tergolong sebagai “tindakan yang tidak diperbolehkan.”

6. Tawanan Perang
Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa berkeras pada “repatriasi secara sukarela”, yang berarti para tawanan bebas kembali ke pihak angkatan bersenjata tempat ia bekerja ketika tertawan, atau ke tempat lain yang ia mau. “Repatriasi secara sukarela” kini diterapkan dalam hukum internasional dan ketentuan mengenai hal ini tentu akan dimasukkan dalam perjanjian gencatan senjata di masa mendatang.

7. Instrumen Konsultatif
Ada Komisi Repatriasi Negara-negara Netral untuk mengawasi gencatan senjata dengan memperhatikan kepentingan tawanan perang; Komisi Gencatan Senjata Militer (dengan tim gabungan) untuk mengawasi implementasi gencatan senjata; dan Komisi Pengawasan Negara-negara Netral (dengan tim inspeksinya sendiri) untuk memastikan kepatuhan kedua belah pihak terhadap aturan-aturan dalam perjanjian gencatan senjata tersebut.

8. Berbagai Masalah Politik-Militer
Ada saatnya ketika para negosiator suatu perjanjian gencatan senjata mendapatkan kewenangan dari pemerintah mereka untuk membahas masalah-masalah politik. Terkadang, pemerintah mengirim diplomat-diplomat mereka untuk negosiasi gencatan senjata.

C. Contoh Gencatan Senjatan
1. Pada tanggal 25 Desember 1914, pada Perang Dunia I, terjadi gencatan senjata informal karena Jerman dan Inggris ingin merayakan Natal. Tidak ada perjanjian yang ditandatangani, dan setelah beberapa hari peperangan berlanjut
2. Gencatan senjata terjadi antara Israel dan Otoritas Palestina pada tanggal 8 Februari 2005. Pada saat itu, pemimpin delegasi Palestina, Saeb Erakat menyatakan gencatan senjata mereka: "Kami setuju bahwa hari ini Presiden Abbas akan mengumumkan penghentian permusuhan secara penuh terhadap orang Israel di manapun dan Perdana Menteri Sharon akan mengumumkan penghentian kekerasan dan aktivitas militer terhadap orang Palestina di manapun."  


Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga 
1. Pengertian Komunikasi Menurut Ahli, Fungsi, Tujuan, Syarat, Unsur, Efek, dan Model
2. Tindakan sosial. Tindakan afektif
3. Tindakan sosial. Tindakan tradisional
4. Tindakan sosial. Tindakan rasional berorientasi nilai
5. Tindakan sosial. Tindakan rasional instrumental 

6. Unsur-unsur utama interaksi sosial 
7. Imitasi
8. Bentuk-bentuk kontravensi
9. Keteraturan Sosial
10. Motivasi 
11. Sugesti
12. Stereotip
13. Proses sosial dan interaksi sosial
 

14. Pengertian Watak
15. Pengertian Hubungan Sosial, Ciri, Faktor, Tujuan, dan Bentuknya
16. Pengertian Manusia sebagai Makhluk sosial, Karakteristik, dan Kedudukannya
17. Pengertian Kontak Sosial, Bentuk, dan Dampaknya
18. Pengertian Pesan, Unsur, Proses Pengiriman, dan Jenisnya
19. Pengertian Media Komunikasi, Karakteristik, Fungsi, Bentuk, dan Teori
20. Pengertian Simbol dan Fungsinya
21. Pengertian Makna, Jenis, dan Perubahan Makna
22. Pengertian Komunikasi Verbal, Fungsi, Jenis, dan Contohnya
23. Pengertian Komunikasi Non Verbal, Fungsi, Jenis, dan Contohnya
24. Pengertian Pola Pikir (Mindset)
25. Pengertian Wibawa, Berwibawa, dan Kewibawaan
26. Pengertian Karisma, Karismatik, dan Cirinya
27. Pengertian Berpikir Kritis, Ciri, Unsur, Aspek, Manfaat, dan Caranya
28. Pengertian Disosiasi Pikiran (hipnotik fenomena)
29. Pengertian Identifikasi dan Bentuknya
30. Pengertian Simpati dan Contohnya
31. Pengertian Empati, Jenis, Manfaat, dan Contohnya
32. Pengertian Proses Sosial Asosiatif, Bentuk, dan Faktor Pendorongnya
33. Pengertian Proses Sosial Disosiatif, Bentuk, dan Contohnya
34. Pengertian Kerja Sama, Unsur, Prinsip, Bentuk, dan Manfaatnya
35. Pengertian Akomodasi, Karakteristik, Tujuan, dan Bentuknya
36. Pengertian Kerukunan dan Bentuknya
37. Pengertian Kooptasi, Dampak, dan Contohnya
38. Pengertian Joint Venture, Pengaturan, Unsur, Ciri, Alasan, Tujuan, Manfaat, Jenis, Kelebihan dan Kekurangan, dan Contohnya
39. Pengertian Koalisi, Pemerintahan Koalisi, dan Contohnya
40. Pengertian Koersi (Paksaan), Ciri, Bentuk, Tahap, dan Contohnya
41. Pengertian Kompromi, Manfaat, dan Contohnya
42. Pengertian Stalemate dan Contohnya
43. Pengertian Ajudikasi, Ciri, Bentuk, Tahap, dan Contohnya
44. Pengertian Segregasi Sosial, Bentuk, dan Jenisnya
45. Pengertian Kontravensi, Bentuk, Tipe, Dampak, dan Contohnya
46. Pengertian Konflik, Teori, Jenis, Penyebab, Akibat, dan Contohnya
47. Pengertian Kekerasan, Jenis, dan Bentuknya
48. Pengertian Ketakutan (Fearness) 
49. Pengertian Kebencian  
50. Pengertian Fisiologi Manusia
51. Pengertian Difabel atau Disabilitas, Klasifikasi, dan Undang-Undang
52. Pengertian Tertib Sosial dan Contohnya
53. Pengertian Keajekan Sosial dan Contohnya
54. Pengertian Order Sosial dan Contohnya
55. Pengertian Pola Sosial dan Contohnya

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 3. Interaksi Sosial dalam Dinamika Kehidupan Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 2. Hubungan Sosial (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.1 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.2 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Interaksi Sosial
6. Materi Ringkas Interaksi Sosial
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani "Sejarah adalah kejadian yang berulang. Pertama, merupakan tragedi, dan yang kedua sebagai sebuah peristiwa yang absurd." __Karl Marx

Post a Comment for "Pengertian Gencatan Senjata, Unsur, dan Contohnya"