Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Difabel atau Disabilitas, Klasifikasi, dan Undang-Undang

Pengertian Difabel atau Disabilitas
Difabel atau Disabilitas
A. Pengertian Difabel atau Disabilitas
Difabel atau disabilitas adalah sebutan bagi orang yang memiliki perbedaan kemampuan secara normal atau layak. Kata difabel merupakan akronim dari different abilities people (yang kemudian di Indonesia-kan menjadi difabel) digunakan dengan tujuan untuk memperhalus kata-kata atau sebutan bagi seluruh penyandang cacat sebagai pengganti dari kata cacat. Difabel, disabilitas, atau keterbatasan diri (bahasa Inggris: disability) dapat bersifat fisik, kognitif, mental, sensorik, emosional, perkembangan atau beberapa kombinasi dari ini.

Istilah difabel dan disabilitas sendiri memiliki makna yang agak berlainan. Difabel (different ability—kemampuan berbeda) didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan dalam menjalankan aktivitas berbeda bila dibandingkan dengan orang-orang kebanyakan, serta belum tentu diartikan sebagai "cacat" atau disabled. Sementara itu, disabilitas (disability) didefinisikan sebagai seseorang yang belum mampu berakomodasi dengan lingkungan sekitarnya sehingga menyebabkan disabilitas.

Difabel atau disabilitas adalah istilah yang meliputi gangguan, keterbatasan aktivitas, dan pembatasan partisipasi. Gangguan adalah sebuah masalah pada fungsi tubuh atau strukturnya; suatu pembatasan kegiatan adalah kesulitan yang dihadapi oleh individu dalam melaksanakan tugas atau tindakan, sedangkan pembatasan partisipasi merupakan masalah yang dialami oleh individu dalam keterlibatan dalam situasi kehidupan. Jadi disabilitas adalah sebuah fenomena kompleks, yang mencerminkan interaksi antara ciri dari tubuh seseorang dan ciri dari masyarakat tempat dia tinggal.

B. Klasifikasi Difabel atau Disabilitas
1. Tunanetra, disabilitas fisik, tidak dapat melihat; buta
2. Tunarungu, disabilitas fisik, tidak dapat mendengar dan/ kurang dalam mendengar; tuli
3. Tunawicara, disabilitas fisik, tidak dapat berbicara; bisu
4. Tunadaksa, disabilitas fisik, cacat tubuh
5. Tunalaras, disabilitas fisik, cacat suara dan nada
6. Tunalaras, disabilitas mental, sukar mengendalikan emosi dan sosial.
7. Tunagrahita, disabilitas mental, cacat pikiran; lemah daya tangkap;
8. Tunaganda, disabilitas ganda, penderita cacat lebih dari satu kecacatan

C. Undang-Undang
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat (difabel) bertujuan untuk menciptakan/agar:
1. Upaya peningkatan kesejahteraan sosial penyandang cacat berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
2. Setiap penyandang cacat mempunyai kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan.

DPR menilai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat (difabel) sudah tidak sesuai dengan paradigma terkini mengenai kebutuhan penyandang disabilitas dan merancang RUU inisiatif DPR tentang penyandang disabilitas. Rapat Paripurna DPR yang digelar pada Kamis, 17 Maret 2016, akhirnya resmi mengesahkan Rancangan Undang-undang Penyandang Disabilitas. Rancangan tersebut akan menjadi undang-undang 30 hari sejak disahkan DPR, dengan atau tanpa tanda-tangan presiden.


Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga 
1. Pengertian Komunikasi Menurut Ahli, Fungsi, Tujuan, Syarat, Unsur, Efek, dan Model
2. Tindakan sosial. Tindakan afektif
3. Tindakan sosial. Tindakan tradisional
4. Tindakan sosial. Tindakan rasional berorientasi nilai
5. Tindakan sosial. Tindakan rasional instrumental 

6. Unsur-unsur utama interaksi sosial 
7. Imitasi
8. Bentuk-bentuk kontravensi
9. Keteraturan Sosial
10. Motivasi 
11. Sugesti
12. Stereotip
13. Proses sosial dan interaksi sosial
 

14. Pengertian Watak
15. Pengertian Hubungan Sosial, Ciri, Faktor, Tujuan, dan Bentuknya
16. Pengertian Manusia sebagai Makhluk sosial, Karakteristik, dan Kedudukannya
17. Pengertian Kontak Sosial, Bentuk, dan Dampaknya
18. Pengertian Pesan, Unsur, Proses Pengiriman, dan Jenisnya
19. Pengertian Media Komunikasi, Karakteristik, Fungsi, Bentuk, dan Teori
20. Pengertian Simbol dan Fungsinya
21. Pengertian Makna, Jenis, dan Perubahan Makna
22. Pengertian Komunikasi Verbal, Fungsi, Jenis, dan Contohnya
23. Pengertian Komunikasi Non Verbal, Fungsi, Jenis, dan Contohnya
24. Pengertian Pola Pikir (Mindset)
25. Pengertian Wibawa, Berwibawa, dan Kewibawaan
26. Pengertian Karisma, Karismatik, dan Cirinya
27. Pengertian Berpikir Kritis, Ciri, Unsur, Aspek, Manfaat, dan Caranya
28. Pengertian Disosiasi Pikiran (hipnotik fenomena)
29. Pengertian Identifikasi dan Bentuknya
30. Pengertian Simpati dan Contohnya
31. Pengertian Empati, Jenis, Manfaat, dan Contohnya
32. Pengertian Proses Sosial Asosiatif, Bentuk, dan Faktor Pendorongnya
33. Pengertian Proses Sosial Disosiatif, Bentuk, dan Contohnya
34. Pengertian Kerja Sama, Unsur, Prinsip, Bentuk, dan Manfaatnya
35. Pengertian Akomodasi, Karakteristik, Tujuan, dan Bentuknya
36. Pengertian Kerukunan dan Bentuknya
37. Pengertian Kooptasi, Dampak, dan Contohnya
38. Pengertian Joint Venture, Pengaturan, Unsur, Ciri, Alasan, Tujuan, Manfaat, Jenis, Kelebihan dan Kekurangan, dan Contohnya
39. Pengertian Koalisi, Pemerintahan Koalisi, dan Contohnya
40. Pengertian Koersi (Paksaan), Ciri, Bentuk, Tahap, dan Contohnya
41. Pengertian Kompromi, Manfaat, dan Contohnya
42. Pengertian Stalemate dan Contohnya
43. Pengertian Ajudikasi, Ciri, Bentuk, Tahap, dan Contohnya
44. Pengertian Segregasi Sosial, Bentuk, dan Jenisnya
45. Pengertian Kontravensi, Bentuk, Tipe, Dampak, dan Contohnya
46. Pengertian Konflik, Teori, Jenis, Penyebab, Akibat, dan Contohnya
47. Pengertian Kekerasan, Jenis, dan Bentuknya
48. Pengertian Gencatan Senjata, Unsur, dan Contohnya
49. Pengertian Ketakutan (Fearness)
50. Pengertian Kebencian
51. Pengertian Fisiologi Manusia
52. Pengertian Tertib Sosial dan Contohnya 
53. Pengertian Keajekan Sosial dan Contohnya  
54. Pengertian Order Sosial dan Contohnya
55. Pengertian Pola Sosial dan Contohnya

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 3. Interaksi Sosial dalam Dinamika Kehidupan Sosial (KTSP)
2. Materi Sosiologi Kelas X. Bab 2. Hubungan Sosial (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.1 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
4. Materi Sosiologi Kelas X Bab 2.2 Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial (Kurikulum Revisi 2016)
5. Materi Ujian Nasional Kompetensi Interaksi Sosial
6. Materi Ringkas Interaksi Sosial
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Pengertian Difabel atau Disabilitas, Klasifikasi, dan Undang-Undang"