Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Definisi Ekstremisme, Ciri, Penyebab, dan Contohnya

Pengertian Ekstremisme
Ekstremisme
A. Ekstremisme
Istilah ekstremis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang ekstrem; orang yang melampaui batas kebiasaan (hukum dan sebagainya) dalam membela atau menuntut sesuatu. Ekstremisme secara harfiah memiliki arti kualitas atau keadaan yang menjadi ekstrem atau advokasi ukuran atau pandangan ekstrem. Demikian ekstremisme memiliki pengertian serangkaian paham atau kepercayaan yang kuat kepada sesuatu melebihi batas wajar bahkan hingga melanggar hukum, dan istilah ekstremisme ini pertama kali digunakan pada tahun 1865.

Ekstremisme bisa diartikan sebagai doktrin kepada diri sendiri maupun orang lain yang meliputi indoktrinasi politik atau agama. Untuk dapat mencapai tujuannya menggunakan banyak cara meskipun cukup membahayakan. Ekstremisme muncul dalam wajah fanatisme atau gerakan keras. Untuk lebih jelasnya berikut beberapa pengertian ekstremisme menurut ahli di antaranya,
1) Merriam Webster Dictionary, ekstremisme merupakan kualitas atau keadaan yang ekstrem. Dengan kata lain ekstremisme merupakan advokasi tindakan atau bisa disebut sebagai pandangan ekstrem dan termuat di dalamnya radikalisme.
2) Learner Dictionary, ekstremisme merupakan sebuah kepercayaan dan dukungan untuk ide-ide yang sangat jauh dari apa yang kebanyakan orang anggap benar atau masuk akal. Ekstremisme adalah hal yang tidak wajar di luar akal sehat seseorang untuk melakukan hal sesuai dengan kepercayaannya.
3) Lexico, ekstremisme adalah seseorang yang memiliki pandangan politik atau agama yang ekstrem, terutama yang menganjurkan tindakan ilegal, kekerasan, atau ekstrem lainnya dalam mencapai tujuannya.
4) The Counter Extremism Strategy 2015, extremism adalah oposisi vokal atau aktif terhadap nilai-nilai fundamental dalam unsur negara, termasuk demokrasi, supremasi hukum, kebebasan individu, dan penghormatan serta toleransi untuk berbagai agama dan kepercayaan.

B. Ciri Ekstremisme
1) Merasa terancam atau terganggu eksistensinya, ekstremis yakin bahwa keberadaanya sepenuhnya benar, serta akan berusaha keras untuk mempertahankannya. Ketidakamanan yang mendasari yang menyertai kepastian ini berasal dari ketakutan bahwa unsur keraguan dari pihak lain akan meniadakan prinisip serta keberadaannya.
2) Berpikir bahwa pandangannya adalah yang paling benar, ketidakamanan tersebut mendorong ekstremis untuk menyatakan bahwa bukan hanya pandangannya yang benar, akan tetapi mereka berpikir bahwa pandangan mereka adalah yang satu-satunya memiliki kebenaran yang mutlak dibandingkan dengan yang lainnya.
3) Dapat melakukan hal yang membahayakan kepada siapa saja yang mengancam eksistensinya, dalam bentuk yang paling ekstrem, ia akan membungkam, dan bahkan membunuh, mereka yang menyajikan kemungkinan bahwa ia mungkin salah, untuk menjaga agar tidak pernah mengungkapkan kerapuhan posisinya sendiri.
4) Berusaha memaksakan pandangannya kepada negara, penganut Ekstremisme menganggap bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar, meski harus menghilangkan nyawa. Tujuan utama ekstremisme adalah menyamakan dan menyatukan pandangan seluruh manusia khususnya negara berdasarkan pandangan yang mereka anggap benar.
5) Menyerang siapa saja yang tidak setuju dengan sudut pandang mereka, ciri khas seorang ekstremis adalah dalam penggunaan bahasa yang sering digunakan untuk menyerang pihak-pihak yang tidak setuju atau memiliki sudut pandang yang berbeda, khusunya menyalahkan pihak lain atas semua permasalahan yang terjadi.
6) Mengabaikan kebenaran dari luar, merasa prinsip dan paham merekalah yang paling benar. Semua hal yang bertentangan dengan ajaran mereka merupakan suatu kesalahan dan harus ditiadakan. Secara faktual, mereka menolak kebenaran yang bersumber di luar ajarannya.
7) Hanya bersikap terbuka kepada rekan satu kaum, kurangnya kepercayaan terhadap ajaran dan paham lain mengakibatkan mereka memiliki karakter tertutup. Kaum ekstremisme hanya percaya dan terbuka kepada orang-orang yang merupakan anggota kelompoknya.
8) Memiliki jaringan yang tertutup baik di dalam maupun di luar negeri, ekstremis biasanya bukan hanya hidup dalam satu negara. Banyak ekstremis yang berada di berbagai negara yang terorganisir secara tertutup. Melalui jaringan di berbagai negara, mereka memperluas anggota serta menghimpun dana demi keberlangsungan kelompoknya.

Adapun ciri-ciri seseorang dikatakan ekstremisme di antaranya,
1) Sangat antusias dan bersemangat yang berlebihan pada tindakan yang tidak baik, karena terlalu fokus pada diri sendiri dengan interpretasi yang berlebihan pada dunia
2) Tidak memikirkan orang lain, yang ia pikirkan hanya perilakunya sendiri dan dianggap benar, hanya memperhatikan logika dan close mind
3) Tidak tertarik pada pihak lain yang baik, tidak bersifat manusiawi kepada korbannya

C. Penyebab Ekstremisme
Hal-hal yang dapat menjadi penyebab berkembangnya ekstremisme antara lain sebagai berikut:
1) Propaganda melalui internet, ekstremisme dan kaumnya menggunakan internet dan media sosial untuk mengeluarkan pernyataan propaganda, mengoordinasikan pelatihan (termasuk pelatihan tempur), mengatur perjalanan untuk menghadiri protes dan acara lainnya. Selain itu, melalui internet para anggota ekstremis mengumpulkan dana, merekrut anggota, dan berkomunikasi dengan orang lain.
2) Bertukar pandangan dengan rekan sekaumnya di luar negeri, kaum ekstremis semakin sering bepergian ke luar negeri untuk bertemu dan bertukar pandangan dengan orang-orang yang memiliki kecenderungan serupa. Koneksi asing ini memberi kelompok-kelompok ekstremis di berbagai negara peluang untuk memperbaiki taktik mereka.

Contoh Ekstremisme
1) ISIS, Badan Pembangunan Internasional AS menyatakan bahwa calon anggota ISIS direkrut melalui media sosial. Mereka ditarik melalui pendidikan agama yang terhubung dengan jaringan ISIS. Pada bulan Agustus 2016, polisi mengungkapkan rencana peluncuran serangan roket ke Singapura dari Batam.
2) Al Shahab, organisasi teror yang beroperasi di kawasan Timur Afrika dan Tanduk Afrika. Teror yang dilakukan sampai Kenya dan negara tetangganya.  Pada tahun 2006, gerakan ini berhasil merebut kawasan ibukota Somalia dan pada tahun selanjutnya berhasil dilumpuhkan.
3) Taliban Pakistan, Taliban Pakistan merupakan ekstremisme yang menentang pemerintahan dan militer Pakistan dan dikenal dengan gerakan anti ideologi barat. Gerakan ekstremis ini sering melancarkan serangan pembunuhan.
4) Ekstremisme di Amerika, supremasi kulit putih dan ekstremis anti-pemerintah, seperti kelompok-kelompok milisi dan yang disebut warga berdaulat yang tertarik dalam merencanakan serangan terhadap target pemerintah, ras, agama, dan politik di Amerika Serikat.
5) Ekstremisme di India, pasa tahun 2014, sejumlah ekstrimis salah satu agama di India melakukan pembunuhan dengan memukuli salah seorang pejabat kepolisian karena diduga memposting gambar yang mengandung unsur penghinaan di facebook. Padahal setelah ditelusuri bukan pejabat kepolisian tersebut yang memosting gambar.


Dari berbagai sumber

Ket. klik warna biru untuk link

Download

Lihat Juga 
1. Pembaruan (inovasi)
2. Birokrasi 

3. Konsumerisme
4. Sekularisme

5. Westernisasi 
6. Masyarakat sebagai sebuah sistem sosial
7. Sistem sosial
8. Konservatisme
9. Liberalisme
10. Feminisme
11. Perbudakan
12. Peradaban
13. Komunisme
14. Fasisme
15. Revolusi
16. Kolonialisme

17. Daerah budaya (culture area)
18. Evolusi
19. Urbanisasi
20. Tradisi
21. Tabu
 
22. Konsep sosiologi. Patronase 
23. Konsep sosiologi. Patriarki
24. Gerak kebudayaan
25. Etnosentrisme
26. Enkulturasi

27. Difusi
28. Dampak perubahan sosial. Gerakan sosial
 
29. Corak kesadaran modern 
30. Konteks sosial yang melahirkan penyimpangan modernisme
31. Tradisi, autoritas, dan pseduo-komunikasi
32. Elemen-elemen modernitas
33. Demonstrasi
34. Hak asasi manusia
35. Oposisi
36. Dinamika kependudukan
37. Transmigrasi
38. Demografi
39. Mortalitas 

40. Kota
41. Lingkungan
42. Sensus penduduk
43. Iklim  

44. Pengertian Masyarakat Tradisional, Ciri, Aspek, Faktor Penghambat Perubahan dan Perbedaannya dengan Masyarakat Modern
45. Definisi Masyarakat Primitif dan Ciri-cirinya
46. Pengertian Masyarakat Modern, Ciri, Sikap, Aspek, dan Perbedaannya dengan Masyarakat Tradisional
47. Pengertian Gerakan Sosial, Karakteristik, Penyebab, Komponen, Tahapan, Jenis dan Contohnya
48. Definisi Budaya Massa (Mass Culture), Dasar Pembentukan, Ciri, dan Manifestasinya
49. Definisi Budaya Populer, Proses, Ciri, Jenis, Contoh, Dampak dan Perkembangannya di Indonesia
50. Definisi Negara Berkembang, Klasifikasi, Indikator, Ciri, Daftarnya
51. Definisi Negara Terbelakang, Kriteria, Ciri, dan Daftarnya
52. Definisi Negara Maju, Ciri, Klasifikasi, Faktor yang Mempengaruhi, dan Daftarnya
53. Definisi Reformasi, Syarat, Faktor Pendorong, Tujuan, dan Latar Belakang Reformasi di Indonesia
54. Definisi Radikal dan Radikalisme, Ciri, Faktor Penyebab, Kelebihan Kekurangan, dan Solusinya
55. Definisi Industrialisasi, Proses, Cabang, Jenis, Dampak Sosial dan Lingkungan
56. Definisi Rekayasa Sosial (Social Engineering), Proses, dan Fungsinya
57. Definisi Discovery, Invention dan Innovation serta Contohnya
58. Definisi Apatis, Penyebab, Ciri, Dampak Negatif dan Manfaat Positifnya
59. Definisi Teknologi, Sejarah Perkembangan, Jenis dan Manfaatnya
60. Definisi Efektif Efektivitas, Tingkatan, Kriteria, Aspek, Unsur, Pengukuran dan Contohnya
61. Definisi Efisien dan Efisiensi, Perbandingan, Cara dan Contohnya
62. Definisi Apriori dan Aposteriori, Penjelasan, Cara Kerja, Perbedaan, dan Kesimpulannya 
63. Definisi Toleransi, Tokoh, Jenis, Manfaat, dan Contohnya 
64. Pengertian Keluarga, Ciri, Fungsi, Peran, Tugas, Elemen, dan Jenisnya
65. Definisi Bangsa, Ciri, Unsur, Faktor Pembentuk, dan Kebangsaan Indonesia
66. Definisi Supremasi Hukum, Tujuan, dan Fungsinya

Tokoh, biografi, pemikiran, teori, dan karya terkait materi
1. Teori-teori Modernitas dan Postmodernitas

2. Kingsley Davis 
3. Arnold Toynbee
4. Ibn Khaldun 

5. Giambattista Vico
6. Oswald Spengler

7. Pitirim A. Sorokin
8. Auguste Comte
9. Herbert Spencer 

10. Emile Durkheim
11. Max Weber
12. Karl Marx
13. Amitai Etzioni
14. Esworth Huntington
15. Charles Darwin
16. Vilfredo Pareto
17. William F. Ogburn
18. Soerjono Soekanto
19. Robert Morrison MacIver
20. George Ritzer
21. Peter L. Berger
22. Selo Soemardjan
 

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani “Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” _Imam Syafi’i

Post a Comment for "Definisi Ekstremisme, Ciri, Penyebab, dan Contohnya"