Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Definisi Efisien dan Efisiensi, Perbandingan, Cara dan Contohnya

Pengertian Efisien dan Efisiensi
Efisien dan Efisiensi
A. Efisien dan Efisiensi
Istilah Efisien menunjuk pada suatu cara untuk mencapai suatu tujuan dengan penggunaan sumber daya yang minimal namun hasil maksimal. Sumber daya diolah dengan bijak dan hemat sehingga uang, waktu dan tenaga tidak banyak terbuang. Efisien mengharuskan seseorang untuk menyelesaian suatu pekerjaan secara hemat, cepat, selamat dan tepat waktu di mana juga mengharuskan seseorang bekerja secara maksimal tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya.

Efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Efisiensi hanya dapat dievaluasi dengan penilaian-penilaian relatif, membandingkan antara masukan dan keluaran yang diterima. Sebagai contoh untuk menyelesaikan sebuah tugas, cara A membutuhkan waktu 1 jam sedang cara B membutuhkan waktu 2 jam, maka cara A lebih efisien dari cara B. Dengan kata lain tugas tersebut dapat selesai menggunakan cara dengan benar atau efisiensi.

Dengan demikian, efisiensi berkenaan hubungan antara produk yang dihasilkan dengan sumber daya yang digunakan. Penilaian diarahkan pada kecocokan, kelayakan, kataatan atas peraturan yang berlaku. Dengan demikian pelaksanaan kegiatan dinyatakan efisien jika pencapaian hasil kegiatan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Penjelasan efisien dan efisiensi menurut ahli di antaranya,
1) Drs. Soekarno K, bahwa yang dimaksud dengan efisiensi ialah perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan keluaran (output), atau antara daya usaha dan hasil, atau antara pengeluaran dan pendapatan. Dalam pengertian manajemen yang sehat sudah tersimpul pengertian efisiensi dan efektifitas, dalam arti bahwa segala sesuatu dikerjakan dengan berdaya-guna, artinya dengan tepat, cepat, hemat, dan selamat.
a. Tepat, kena sasaran, apa yang dikehendaki tercapai, atau apa yang dicita-citakan menjadi kenyataan
b. Cepat, tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu, selesai tepat pada waktunya atau sebelum waktu yang ditetapkan
c. Hemat, dengan biaya yang sekecil-kecilnya, tanpa terjadi pemborosan dalam bidang apapun
d. Selamat, segala sesuatu sampai pada tujuan yang dimaksud tanpa mengalami hambatan-hambatan, kelambatan-kelambatan, ataupun kemacetan-kemacetan

2) The Liang Gie, bahwa pengertian efisiensi kerja adalah perbandingan terbaik antara suatu kerja dengan hasil yang dicapai oleh kerja itu. Selanjutnya bilamana suatu kerja dianalisis, dapatlah dibedakan dalam 2 segi, yaitu intinya dan susunannya. Intinya ialah rangkaian aktivitas-aktifitasnya itu sendiri yang wujudnya mengikuti tujuan yang hendak dicapai, sedang yang dimaksud dengan susunannya ialah cara-caranya rangkaian aktivitas-aktivitas itu dilakukan. Jadi, setiap kerja tentu mencakup sesuatu cara tertentu dalam melakukan tiap-tiap aktivitas, apapun tujuan dan hasil yang ingin dicapai dengan kerja itu.

B. Perbandingan Efektif dan Efisien
Sebuah pekerjaan harus dilakukan secara efektif dan efisien agar hasil yang didapatkan lebih maksimal. Perbandingan pekerjaan yang dilakukan secara efektif dan efisien dapat dilihat dalam sebagai berikut,
1) Efektif dan Efisien, tujuan dapat tercapai dengan cepat dan biaya yang hemat
2) Efektif tapi Tidak Efisien, tujuan dapat tercapai dengan cepat namun biaya yang dikeluarkan tinggi
3) Tidak Efektif tapi Efisien, tujuan lama tercapai atau bahkan tidak tercapai karena cara-cara untuk mencapai tujuan tidak jelas, namun biaya sedikit
4) Tidak Efektif dan Tidak Efisien, tujuan lama tercapai atau besar kemungkinan tidak akan tercapai dan beban yang dikeluarkan tinggi. Ini karena pekerjaan tidak dilakukan dengan step by step yang benar dan tanpa perhitungan biaya

C. Cara Agar Pekerjaan Efektif Efisien
1) Membagi Waktu dan Jadwal
2) Memikirkan Pencadangan File atau Backup
3) Menghindari Semua Gangguan
4) Ingat dan Teliti
5) Berhenti Melakukan Pekerjaan Secara Bersamaan
6) Melakukan Perbincangan Ringan
7) Bekerja dengan Kecepatan Sendiri
8) Beristirahatlah Setelah Bekerja

D. Contoh Efisien dan Efisiensi
1) Dari Jakarta, Ani ingin pergi ke Surabaya untuk berlibur, dalam hal ini dia bisa pergi menuju Surabaya dengan efektif saja, efisien saja atau dengan cara yang efektif dan efisien.
a. Jika Ani pergi ke Surabaya menggunakan Pesawat dengan tiket Rp. 1.500.000 dan sampai dalam waktu 1,5 jam. Maka Ani melakukan pekerjaan tersebut dengan Efektif, namun Tidak Efisien. Karena ia harus mengeluarkan biaya yang relatif mahal untuk perjalanan tersebut.
b. Jika Ani pergi ke Surabaya menggunakan Bus Ekonomi dengan harga Rp. 100.000 dan sampai dalam waktu 18 jam, maka Ani melakukan perjalanan tersebut dengan Efisien, Namun kurang Efektif.
c. Agar perjalanan Ani bisa dilakukan secara efektif dan efisien, maka ia harus memikirkan bagaimana agar ia sampai di Surabaya dengan biaya yang murah, tapi tidak menghabiskan banyak waktu di jalan. Ia bisa memilih (misalnya) menggunakan kereta yang harganya murah dan durasi perjalannya juga tidak terlalu lama atau alternatif lainnya.

2) Melakukan Jual Beli Online Perkembangan teknologi yang berkembang pesat membuat seseorang menginginkan suatu pekerjaan yang efektif dan efisien, memanfaatkan teknologi, kini orang-orang lebih memilih transaksi jual-beli secara online
3) Dinda harus memindahkan barang dengan sepeda motor selama 3 kali sedangkan Radit hanya perlu memindahkan barang satu kali saja dengan truk Di mana dinda berkeja secara efektif sedangkan Radit bekerja secara efisien karena dia menggunakan truk untuk menghemat waktu dan tenaga.


Dari berbagai sumber

Download

Ket. klik warna biru untuk link

Lihat Juga 
1. Pembaruan (inovasi)
2. Birokrasi 

3. Konsumerisme
4. Sekularisme

5. Westernisasi 
6. Masyarakat sebagai sebuah sistem sosial
7. Sistem sosial
8. Konservatisme
9. Liberalisme
10. Feminisme
11. Perbudakan
12. Peradaban
13. Komunisme
14. Fasisme
15. Revolusi
16. Kolonialisme

17. Daerah budaya (culture area)
18. Evolusi
19. Urbanisasi
20. Tradisi
21. Tabu
 
22. Konsep sosiologi. Patronase 
23. Konsep sosiologi. Patriarki
24. Gerak kebudayaan
25. Etnosentrisme
26. Enkulturasi

27. Difusi
28. Dampak perubahan sosial. Gerakan sosial
 
29. Corak kesadaran modern 
30. Konteks sosial yang melahirkan penyimpangan modernisme
31. Tradisi, autoritas, dan pseduo-komunikasi
32. Elemen-elemen modernitas
33. Demonstrasi
34. Hak asasi manusia
35. Oposisi
36. Dinamika kependudukan
37. Transmigrasi
38. Demografi
39. Mortalitas 

40. Kota
41. Lingkungan
42. Sensus penduduk
43. Iklim  

44. Pengertian Masyarakat Tradisional, Ciri, Aspek, Faktor Penghambat Perubahan dan Perbedaannya dengan Masyarakat Modern
45. Definisi Masyarakat Primitif dan Ciri-cirinya
46. Pengertian Masyarakat Modern, Ciri, Sikap, Aspek, dan Perbedaannya dengan Masyarakat Tradisional
47. Pengertian Gerakan Sosial, Karakteristik, Penyebab, Komponen, Tahapan, Jenis dan Contohnya
48. Definisi Budaya Massa (Mass Culture), Dasar Pembentukan, Ciri, dan Manifestasinya
49. Definisi Budaya Populer, Proses, Ciri, Jenis, Contoh, Dampak dan Perkembangannya di Indonesia
50. Definisi Negara Berkembang, Klasifikasi, Indikator, Ciri, Daftarnya
51. Definisi Negara Terbelakang, Kriteria, Ciri, dan Daftarnya
52. Definisi Negara Maju, Ciri, Klasifikasi, Faktor yang Mempengaruhi, dan Daftarnya
53. Definisi Reformasi, Syarat, Faktor Pendorong, Tujuan, dan Latar Belakang Reformasi di Indonesia
54. Definisi Radikal dan Radikalisme, Ciri, Faktor Penyebab, Kelebihan Kekurangan, dan Solusinya
55. Definisi Industrialisasi, Proses, Cabang, Jenis, Dampak Sosial dan Lingkungan
56. Definisi Rekayasa Sosial (Social Engineering), Proses, dan Fungsinya
57. Definisi Discovery, Invention dan Innovation serta Contohnya
58. Definisi Apatis, Penyebab, Ciri, Dampak Negatif dan Manfaat Positifnya
59. Definisi Teknologi, Sejarah Perkembangan, Jenis dan Manfaatnya
60. Definisi Efektif Efektivitas, Tingkatan, Kriteria, Aspek, Unsur, Pengukuran dan Contohnya
61. Pengertian Keluarga, Ciri, Fungsi, Peran, Tugas, Elemen, dan Jenisnya 
62. Definisi Apriori dan Aposteriori, Penjelasan, Cara Kerja, Perbedaan, dan Kesimpulannya
63. Definisi Toleransi, Tokoh, Jenis, Manfaat, dan Contohnya
64. Definisi Ekstremisme, Ciri, Penyebab, dan Contohnya
65. Definisi Bangsa, Ciri, Unsur, Faktor Pembentuk, dan Kebangsaan Indonesia
66. Definisi Supremasi Hukum, Tujuan, dan Fungsinya

Tokoh, biografi, pemikiran, teori, dan karya terkait materi
1. Teori-teori Modernitas dan Postmodernitas

2. Kingsley Davis 
3. Arnold Toynbee
4. Ibn Khaldun 

5. Giambattista Vico
6. Oswald Spengler

7. Pitirim A. Sorokin
8. Auguste Comte
9. Herbert Spencer 

10. Emile Durkheim
11. Max Weber
12. Karl Marx
13. Amitai Etzioni
14. Esworth Huntington
15. Charles Darwin
16. Vilfredo Pareto
17. William F. Ogburn
18. Soerjono Soekanto
19. Robert Morrison MacIver
20. George Ritzer
21. Peter L. Berger
22. Selo Soemardjan
 

Materi Sosiologi SMA
1. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
2. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
3. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
4. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial dan Dampaknya (Kurikulum 2013)
5. Materi Sosiologi Kelas XII. Bab 1. Perubahan Sosial (KTSP)
6. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.1 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
7. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.2 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
8. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.3 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
9. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.4 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
10. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.5 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
11. Materi Sosiologi Kelas XII Bab 1.6 Perubahan Sosial dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016)
12. Materi Ujian Nasional Kompetensi Perubahan Sosial
Aletheia Rabbani
Aletheia Rabbani "Sejarah adalah kejadian yang berulang. Pertama, merupakan tragedi, dan yang kedua sebagai sebuah peristiwa yang absurd." __Karl Marx

Post a Comment for "Definisi Efisien dan Efisiensi, Perbandingan, Cara dan Contohnya"